Another Story

Selamat Bernostalgia

Hi! Welcome back di blognya Renita. Entah kenapa hari ini tiba – tiba keingat masa – masa sekolah dulu. Oke ini curhatan haha Ternyata jadi anak sekolahan itu jauh jauh lebih enak daripada jadi anak kuliahan. Tugas kalo belum selesai tinggal berangkat pagi. Jam istirahat benar – benar jadi waktu istirahat. Jam kosong udah kayak surga. Mojok main UNO sampai dilarang sama guru karena takutnya bakalan jadi judi. Classmeeting jadi best time to get closer sama….. Dihukum nulis janji siswa karena nonton film pake proyektor sekolah. Ikutan nimbrung saat para lelaki genjreng – genjreng gitar di kelas padahal nggak ngerti juga gimana mainnya. Janjian untuk nggak balik ke kelas saat dapat dispensasi. Janjian dengan alasan sholat supaya bisa istirahat lebih dulu dari kelas lain. Dan sekarang saya merasakan bahwa dihukum bersihin tempat wudhu saat telat dulu juga bisa bikin kangen. Ya, sebegitu bandelnya saya saat SMA. But I enjoy it. Really enjoy it.

Untuk siapapun yang berkata bahwa ia ingin cepat dewasa. You have to think a thousand times, dude! Kalo saya nggak salah, saya sempat nulis bahwa SMA nggak semenyenangkan saat saya SMP. That’s true dengan faktor – faktor lainnya. Tapi hal itu nggak lantas membuat masa SMA saya sebegitu membosankannya. There is one thing that makes you comfortable to stay at one decision. Just one thing. And I think I have one when I’m in high school. Yep, alasan (selain belajar) kenapa saya berangkat sekolah setiap harinya. Saya banyak berubah saat SMA. Jadi lebih bandel mungkin. Datang ketika 5 detik sebelum bel sekolah. Sampai di dijuluki siswa yang on time banget. Lebih sering telat, bahkan ketika ujian pun masih telat haha Tugas bukan hal yang prioritas amat, tapi main nomer satu. Sampai akhirnya saya merasa bahwa that’s not me. Mungkin saat SMA saya lebih banyak bersenang – senang dengan teman – teman saya and I’m totally different. Tapi hal yang dulu sempat saya sesali itu bisa juga bikin kangen. Kemudian saya balik ke mindset ‘seharusnya saya’. Seperti yang sempat saya tulis dulu, hal itu yang bikin saya nggak bisa masuk ke lingkaran pertemanan dari beberapa teman saya. Jadi saya selalu berusaha untuk membuat lingkaran yang saya inginkan sendiri. And finally I’ve got bestie from that system dan saya bersyukur orang itu masih mau stay temenan sama saya meski kita nggak pake almamater yang sama lagi sekarang haha

Di SMA juga saya kenal istilah crush. That’s highschool’s thing haha Ini juga nambah gradasi di kanvas hidup saya. Terlalu banyak warna di SMA yang membuat saya mikir dua kali untuk bilang masa ini membosankan. Entahlaah hari ini saya cuma pengen nostalgia SMA, tempat saya berproses dengan segala kesenangan dan masalah. “Memory will follow wherever you go.” Sekarang mungkin cuma tinggal memori but I’ll never regret every step I’ve done. Menyenangkan atau nggak. Menyusahkan atau nggak. Membanggakan atau nggak. Saya sempat tumbuh dan berproses disana. Buat kalian yang masih ada di tahap ini, nikmati aja sebelum habis masanya. Karena akan ada waktunya kalian rindu dengan segala pernik dan kebisingan temen – temen SMA kalian.

At least they make me laugh a little louder, smile a little bigger, and live a life just a little bit better.

Sekian. Selamat bernostalgia.

Insta-image-2

Insta-image-6

Insta-image-5

CIMG1022

C360_2014-06-16-11-40-17-804

1375807_4869674358607_1883648877_n

Insta-image-4

Insta-image-3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s