Opinion

Saya Indonesia. Saya Pancasila.

Hi! Welcome back di blognya Renita. Ngomongin Pancasila hari ini, agak miris sebenarnya. Indonesia ngomong Pancasila tapi bangsa sendiri lagi pecah – pecahnya. Lucu sih. Pancasila yang katanya pemersatu bangsa, tapi mulai hilang keberadaannya. Pancasila yang menjunjung toleransi, tapi bangsa ini dibiarkan jalan sendiri – sendiri. Indonesia itu satu kesatuan tapi jangan lupa kalau negeri ini ada karena perbedaan. Belakangan ini mungkin kita banyak  bertikai hanya karena perbedaan dan sebenarnya itulah masalah kita sekarang. Sudah 72 tahun Pancasila ada, yang artinya sudah 72 tahun juga kita belajar toleransi. Belum cukupkah waktu sekian lama itu untuk membuat Indonesia ini lebih dewasa? Ketika negara lain memperdebatkan masalah kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi terbaru, kita disini masih saja mempermasalahkan mengenai perbedaan. Kalau kayak gini terus mau dibawa kemana negeri ini? I mean, man! Negara lain udah mikirin robot replika manusia, mikirin gimana kirim manusia ke planet lain, mikirin gimana isu – isu seperti kelaparan, pemanasan global, dsb itu bisa diatasi. Kita? Lagi – lagi berantem. Kita terlalu sering buang – buang waktu dan tenaga untuk hal – hal yang nggak penting. Kita diberi isu sedikit langsung rame, kita diberi masalah sedikit langsung panas, egoisnya kita selalu langsung menilai “kalau nggak gini berarti dia salah, kalau nggak gini berarti dia anti Pancasila, kalau nggak gini berarti dia anti NKRI.” Akhirnya kita lagi – lagi mengkotak – kotakkan manusia. Lupakah kita kalau kita masih satu Indonesia? Trus yang katanya Pancasilais itu mana?

Di kepala saya, Pancasilais itu yang bisa toleransi, yang kenal Pancasila, yang tahu gimana hidup bernegara di antara banyak perbedaan, yang mengimplementasikan Pancasila di kehidupan nyata. Hari ini jargon ‘Saya Indonesia. Saya Pancasila.’ emang lagi jadi trending topic. Hampir setiap orang mengumandangkan itu. Tapi satu hal yang kita lupa. Pancasila nggak cuma butuh itu. Pancasila butuh untuk dibangkitkan lagi. Seiring perjalanannya, banyak banget yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi lain. Saya pernah baca sekitar 8,5% setuju jika ideologi Pancasila diganti dengan ideologi agama (survei Setara Insitute tahun 2015). I told you once again, Indonesia ya ini, negeri dari Sumatra sampai Papua. Dan stop berpikiran bahwa kita harus sama. Stop berpikiran bahwa kita harus satu jalan. Karena nggak bisa dan nggak akan bisa. Indonesia itu negara yang heterogen. Otomatis kita butuh satu kunci untuk bisa menyatukan banyak perbedaan itu. Kuncinya sudah lahir sejak 72 tahun yang lalu yaitu Pancasila. Ibarat mau perang, kita udah punya sentaja. Tapi saat perangnya mulai, kenapa senjata yang udah kita punya kita lupakan? Why? Saya bingung aja. Pertikaian – pertikaian yang kemarin terjadi kalau kita kembalikan ke Pancasila, selesai coy. Nggak perlu ada acara saling benci, saling ngatain.

Memang hingga hari ini, Pancasila belum sampai digantikan dengan ideologi yang lain tapi kalau mental bangsa ini terus menerus menurun, bukan hal yang mustahil lagi Pancasila hilang dari bumi Indonesia. Anak – anak sekarang, generasi baru yang pasti akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan, cukupkan pendidikan pancasilanya? Nggak sedikit loh anak kecil yang udah bisa mengkafir – kafirkan orang lain. Nggak sedikit loh anak kecil yang berani berbohong atau mencuri. Nggak sedikit juga anak kecil yang apatis dengan lingkungan sekitarnya. Kalau dibiarkan seperti itu, gimana mental pemimpin – pemimpin Indonesia di masa depan? Satu yang bisa mengubah itu semua. Pendidikan. Belakangan ini pendidikan pancasila hanya sebatas teori, belum sampai ke arah implementasi. Pancasila itu sesuatu yang terlalu abstrak untuk masyarakat awam. Kita tahunya Pancasila ya sila kesatu sampai sila kelima, yang bahkan sekarang banyak banget orang yang lupa bunyinya. Kita nggak diajarkan sebenarnya Pancasila itu apa, seperti apa, gimana implementasinya. Yang ada kita hanya diberitahu bahwa Pancasila itu dasar negara, ideologi bangsa. Udah gitu doang. Sehingga pendidikan Pancasila ya hanya sebatas materi ajar untuk mengikuti kurikulum yang ada. Kalau begitu, gimana kita bisa mengamalkan Pancasila dalam hidup berbangsa dan bernegara? Itu lo yang nggak ada di pendidikan kita sekarang. Yang kita butuhkan adalah gimana caranya supaya Pancasila ini benar – benar ada disamping kita bukan sesuatu yang abstrak lagi, gimana caranya agar Pancasila benar – benar bisa relate dengan kehidupan sehari – hari. Itu sebenarnya yang butuh kita beri perhatian, bukan berantem lagi berantem lagi.

Hari ini adalah peringatan hari lahirnya Pancasila. Hari ini kita diingatkan bahwa kita punya Pancasila yang selamanya akan jadi ideologi bangsa Indonesia. Hari ini kita diyakinkan bahwa kita punya Pancasila sebagai senjata pemersatu negeri kita. Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Saya Renita. Saya Indonesia. Saya Pancasila.

IMG_20170601_171431_085

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s