Opinion

What’s Going On In This Country?

Hi! Welcome back di blognya Renita. Jadi akhir – akhir ini saya sering buka sosial media which is itu instagram. Disana saya sering lihat postingan – postingan yang sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan dunia politik Indonesia sekarang ini. Jujur sebenarnya sudah dari dulu saya ingin nulis masalah ini. But I have to be really honest that I’m afraid writing this topic. Why? Yeah man, ini politik, dunia keras, takut – takut kalau saya salah nulis. Saya bukan orang yang lahir dari keluarga yang berkecimpung di dunia politik. Orang tua saya jarang bahas sesuatu berbau politik di rumah. Temen – temen saya apalagi. Kuliah saya bahkan sama sekali nggak ada hubungannya dengan politik. Bisa dibilang lingkungan saya benar – benar jauh dari kehidupan politik. So, if I write something wrong on this blog, please tell me the truth. Saya nulis postingan kali ini sebagai bentuk menyampaikan opini saya saja sih.

Jadi saya akhir – akhir ini sering lihat postingan di instagram yang memojokkan salah satu cagub untuk pilkada DKI Jakarta. I’m sure that you already know him. Saya jelasin dulu, saya bukan tim sukses dari cagub yang saya maksud diatas, saya menulis ini juga bukan berarti saya mendukung beliau sepenuhnya sebagai pemimpin DKI nanti, saya menulis ini murni ingin mengeluarkan pendapat saya, perspektif saya, oponi saya sebagai masyarakat penikmat panggung politik di negara ini. Awalnya saya nemu satu postingan yang bilang bahwa kami sebagai muslim dilarang untuk memilih pemimpin yang kafir. Sebenarnya statement ini agak rancu, plus ambigu. Satu postingan udahlah saya lewatin. Mungkin cuma semacam trik kampanye. Kenapa saya mikir begitu karena yep I tell you once again that I don’t really know how politics work. Saya cuma nggak mau karena satu postingan aja saya jadi kepancing untuk langsung memandang jelek seseorang tanpa alasan yang jelas dan logis. Akhirnya semakin kemari semakin banyak postingan – postingan semacam itu. Bahkan sempat saya lihat ada postingan yang bilang bahwa kalau ada yang halal kenapa harus pilih yang haram. Dan saya pribadi melihat statement itu merupakan pernyataan yang harus saya setujui tapi disaat yang sama juga tidak bisa saya setujui.

Gini, statement itu bilang bahwa muslim dilarang memilih pemimpin yang kafir. Itu saya nggak setuju. Tapi kalau maksudnya muslim “lebih dianjurkan” untuk memilih pemimpin yang muslim juga, itu saya baru setuju. Saya tahu bahwa ilmu agama saya masih minim tapi itulah yang pernah diajarkan kepada saya. Jika ada pemimpin yang baik dan berkeyakinan yang sama pula, sudah tidak ada keraguan untuk menjadikannya pemimpin. Tapi jika memang akhlaknya masih perlu diperbaiki lagi sebagai seorang pemimpin dan tidak ada lagi yang sanggup memimpin selain orang dengan keyakinan yang beda, kita tidak ada pilihan lain lagi. Memimpin itu bukan perkara mudah. Membentuk pemimpin juga bukan sehari dua hari jadi. Apalagi dalam lingkup besar seperti perkara pilkada ini. Banyak orang yang akan menjadi pengikutnya, banyak karakter yang harus dihadapinya, yang artinya juga akan banyak masalah yang harus diselesaikan pemimpin itu. Kemudian yang membuat saya tidak setuju lagi dengan statement tersebut adalah kesannya orang yang mengatakan itu memandang semua orang non-islam adalah kafir. Sorry I have to say that I’m not agree with those thing but that’s my perspective. Kalian yang baca ini boleh setuju boleh enggak. Dari yang saya tahu kafir itu adalah orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Sedangkan tidak semua non-islam mengingkari kebenaran kan? Oke, konsep agama yang berbeda – beda ini memang agaknya masih sulit diterima. Saya pribadi jelas akan mengatakan bahwa agama saya lah (Islam) yang paling benar. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena saya yakin. Islam keyakinan saya. Saya yakin bahwa Tuhan saya cuma satu yaitu Allah SWT. Tapi bagi mereka? Mereka yang non-islam juga akan menganggap bahwa agama mereka yang paling benar. Karena apa? Lagi – lagi masalah keyakinan hati, which is nggak bisa kita paksain. Dengan begitu kita tidak bisa langsung men-judge mereka sebagai kafir. Karena mereka juga percaya pada konsep ketuhanan. Mereka juga menjalankan aturan yang mereka anggap benar sesuai keyakinan mereka.

Maksud saya disini, Indonesia itu memang mayoritas muslim, tapi nggak semua orang di negara ini beragama Islam. Karena itu juga kan sila pertama pada Pancasila sempat diubah dari yang “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Tujuannya cuma satu, agar kesatuan Indonesia tetap terjaga. Para pendahulu telah mengeluarkan banyak effort untuk menyatukan negara ini. Termasuk menyatukan segala bentuk keyakinan. Jadi kita nggak bisa kalau menggunakan seluruh aturan keislaman di negara ini. Memang tergantung pribadi masing – masing sih untuk menilai pemimpin mana yang lebih baik. Tapi yang ingin saya tekankan disini adalah tentang judgement dalam keagamaan. Kita tidak bisa begitu saja mengatakan seseorang itu kafir hanya karena ia tidak memeluk agama Islam. Sekali lagi, it’s Indonesia. We have many different religion. We should have tolerance for others. Okay, semoga siapapun yang memenangkan pemilihan nanti adalah pemimpin yang benar – benar memberikan banyak kebaikan bagi masyarakat. Sebagai penutup saya ingin menegaskan bahwa saya tidak ingin membela siapapun, saya tidak ingin mendukung siapapun, saya juga tidak berada di salah satu pihak dari ketiga kandidat tersebut. Saya pure ingin menuliskan opini saya mengenai masalah ini. That’s all. I think I’m writing too much right now haha Yep see you on the next post, guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s