Another Story

Kecewa…

Hi! Welcome back di blognya Renita. Delapan mata kuliah, 21 sks resmi berakhir Rabu, 28 Desember 2016 kemarin. Kuliah saya semester satu ini sudah selesai yang artinya saya bisa istirahat sejenak dari kegiatan kuliah yang padat itu. Bukan kuliah yang jadi fokus saya sekarang. Tapi sikap teman – teman saya yang sedikit banyak menyita perhatian saya. Sikap mereka yang ternyata jauh dibawah ekspektasi saya. Sikap mereka yang kembali membuat saya kecewa dan kembali menurunkan kepercayaan saya terhadap mereka. Sikap mereka yang ternyata salah dan keliru.

Dunia kampus merupakan dunia dimana kamu dipertanyakan betul – betul tentang kemampuan dan bakat yang ada dalam dirimu. Tapiiii… I’ve found some dishonesty right here. Jelas hal ini sangat keliru. Sewaktu ujian akhir semester kemarin saya mendapati banyak sekali kecurangan. Mereka bisa bertanya kanan kiri dan pengawasnya dengan santai hanya bermain ponsel sendiri. Oh c’mon, kalo status sudah berubah jadi mahasiswa itu artinya pola pikir juga harus berubah. Jangan kayak anak SMA yang apa – apa terus disuapin. Lagian namanya juga ujian. Udah ada jadwalnya kan? Dikasih minggu tenang juga kan? Trus selama seminggu itu ngapain aja? Sampe ujian masih aja tengok kanan – kiri.

Mau sampe kapan gitu terus? Sampe lulus? Yakin kanan – kirinya mau ngerjain skripsimu? Yang ada udah ditinggal wisuda duluan. Kemarin waktu ujian mata kuliah pendidikan pancasila yang pertanyaannya bisa dijawab pake nalar aja, ada juga yang nanya ke saya. Pertanyaannya tuh ya cuma dikasih masalah, dan jawabannya gimana seharusnya kita sebagai mahasiswa bisa solve that problem. Without books, you can answer it easily, guys! Ya kan? Saya cuma nggak habis pikir sama mereka. Sikap mereka yang nggak selaras dengan tujuan mereka ada disini. Jelas ekpektasi saya bahwa saya nggak akan ngeliat hal – hal semacam itu lagi di lingkungan kampus. Tapi ternyata masih banyak. Banyak banget. Lalu gimana bangsa ini bisa berubah? Kalo generasinya aja nggak berubah dari sikap dan pola pikirnya. Yang bikin saya kecewa lebih lebih lagi adalah yang melakukan hal ini tuh mahasiswa! Agen perubahan! Citivas akademika! Entahlah sampai kapan keadaan seperti ini akan terus ada. Yang jelas alur cerita bangsa ini akan berbanding lurus dengan alur hidup kita, masyarakat Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s