Another Story

I Regret Something Again and Again

Hi! Welcome back di blognya Renita. Sekarang lagi minggu tenang di universitas saya. Minggu tenang itu saat dimana mahasiswa diistirahatkan dari aktivitas perkuliahan tapi tetep harus belajar buat UAS nanti. Dan sekarang tibalah di saat saya lagi males belajar. Alhasil blog ini yang jadi sasaran empuk untuk pelampiasan kebosanan. Pernah nggak sih kalian ngerasa udah belajar mati – matian, udah berusaha keras untuk ngerti materi tapi tetep aja ngerasa belom maksimal? Nah di titik itulah saya sekarang berada. Kuliah di jurusan kimia murni tuh susah banget coy! Emang kayaknya kurang pantes ngomong begituan karena status saya yang masih maba.

Well nggak bisa bohong, dari sekian banyak dan sekian tebal buku – buku yang udah saya baca, rasanya masih aja ada bagian yang nggak ngeh saat dosen bahas materi yang sama di depan kelas. I don’t know what makes me become like those kind of person. Saya ngerasa kayak aku belom sepenuhnya ada di dalam sana. Belom sepenuhnya nyatu sama semua perintilan perkuliahan. Selama satu semester ini, I just give myself some happiness by meeting new people, no more. Selama satu semester ini, saya nggak ngerasa nyerap materi dengan benar, saya terlalu asik dengan semua hal orientasi saya dengan lingkungan kampus, which is itu nggak bantu banyak dalam hal akademik.

Sekarang tibalah saatnya saya harus runut dari awal dan merangkai materi – materi di otak ini dengan benar. Bukan putus – putus tanpa pola seperti sekarang. Yahh saya mulai merenung dan mikir ‘what are you doing, Re?’ setelah banyak waktu terbuang, saya baru mikir. At the end, cuma bisa menyesali waktu yang dulu terbuang sia – sia untuk nunggu. Dunia perkuliahan sama sekali berbeda dengan sekolah dari segi waktu. Kuliah saya masuk pagi setelah itu ada waktu renggang di tengah hari dan waktu itu cukup lama. Setelah itu kembali kuliah hingga sore hari. Sorenya masih ada kumpul UKM atau ospek jurusan. Pulang ke rumah udah kelabakan sama tugas dan belom siap sama materi buat kuliah besoknya. Sebenernya kalo mau dirapiin lagi jadwalnya, siang saat nggak ada kuliah bisa nyicil tugas di perpus atau melakukan hal apapun yang guna dalam akademik.

But, what did I do? Just sitting down on foodcourt and talking something worthless. Saya terlalu terobsesi dengan komunitas. Saya berusaha untuk menjadi se-’normal’nya mahasiswa versi mereka. Saya terlalu mikirin anggapan mereka jika saya cuma duduk di bangku perpus sendiran. What’s the problem for being nerd? Seriously saya bukan tipe orang yang suka nongkrong tanpa bahas sesuatu yang bisa buat aku mikir dan guna. Saya bukan tipe cewek yang asik buat temen ketawa – ketiwi nggak ada ujungnya. I’m bored for something like that. Sekarang saya jadi mikir bahwa I can’t be myself when I’m with them. Itu sih sejauh ini kesimpulan yang bisa saya dapetin. Hasilnya? Saya barter waktu saya dengan obrolan yang sama sekali nggak saya inginkan. Obrolan yang nggak bikin saya mikir bahwa waktu saya terlalu sebentar untuk hal main – main seperti itu. The conclusion is…. my time was over. Semuanya udah terlewat and now, the one and only thing I should choose is…. running. Saya harus lari untuk sampai di titik yang saya inginkan. Wish me luck on my exam, dude!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s