Review

{Review #1} Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner

capture.png

“Ini adalah perjalanan Rudy menjadi B.J. Habibie.
Rudy adalah kisah yang disusun dari cerita – cerita B.J. Habibie yang belum diceritakan sebelumnya. Ini adalah kisah tentang perjalanan tumbuh dewasa seorang anak laki – laki dan Indonesia yang masih belia.
Tak banyak yang tahu bahwa cita – cita membangun industri pesawat terbang untuk Indonesia justru berawal dari ketakutan Rudy akan pesawat pada masa Perang Dunia Kedua. Tak banyak juga yang tahu kisah cinta tersembunyi Rudy sebelum akhirnya ia bertemu Ainun, cinta sejatinya, dan fakta bahwa Rudy tak terlalu suka kata “mimpi” sebagai kata ganti apa yang sangat ia inginkan. Baginya, “cita – cita” adalah kata yang lebih menjejak dan nyata.
Dalam buku ini kita akan temukan alasan kenapa Rudy jengah bila dipanggil genius, tapi lebih senang bila disebut sebagai pekerja keras yang setia. Setia pada cita – citanya. Setia pada cintanya. Kita akan mengikuti perjalanan bagaimana B.J. Habibie yang kita kenal datang dari bentukan visi besar orangtuanya, pengorbanan keluarganya, dukungan para sahabatnya, dan inspirasi terbesarnya: Indonesia.”

Hai! Welcome back di blognya Renita. Itulah sekilas cerita yang akan kita temukan saat membalik bagian belakang dalam buku ini. Okay, ini pertama kalinya saya membuat review buku semacam ini. Saya memang belum pengalaman dalam menulis review, tapi semoga ini akan menjadi awal yang baik. Sebaik mimpi – mimpi Rudy Habibie untuk Indonesia. Buku “Rudy” ini memang bukanlah buku baru yang sedang dielu – elukan banyak orang. Bukan pula buku yang masih dalam masa pre-order. Namun buku ini adalah sejarah, yang tidak akan pernah hilang ditelan denting waktu.

Alasan kenapa saya ingin mereview buku ini sebagai postingan review pertama saya adalah alasan yang simple. Karena saya mengidolakan beliau. Sosok penting dalam dunia industri pesawat terbang Indonesia. Sosok yang mampu membuktikan bahwa Indonesia sebenarnya mampu menjadi negara mandiri dan berteknologi tinggi. Namun sayang, anak Indonesia ini berada pada waktu yang salah. Waktu dimana negara ini terlalu egois untuk menggapai mimpi dan cita – citanya.

Sekarang, siapa yang tidak kenal dengan Bacharuddin Jusuf Habibie? Semua orang tahu beliau, tapi tidak semua orang tahu bagaimana sosok brilian ini lahir dan dibesarkan. Melalui buku ini kita disuguhkan dengan realita sesungguhnya. Kenyataan bahwa sebuah kesuksesan hadir setelah banyak hal dikorbankan. Rudy Habibie bukanlah siapa – siapa tanpa kehadiran Alwi Abdul Jalil Habibie dan Toeti Saptomarini.

Siapa yang tahu bahwa setiap malam Rudy Habibie selalu menunggu ayahnya pulang kerja di malam hari hanya untuk menanyakan sesuatu yang sangat mengusik pikirannya. Habibie muda adalah seseorang yang tidak main – main dengan rasa penasarannya. Sang ayah pun juga melihat hal tersebut merupakan kelebihan dari Rudy. Alwi Habibie menjawab rasa ingin tahu anaknya itu dengan buku. Biarlah anak itu mencari sendiri jawaban yang ia inginkan. Papi, begitu Rudy memanggilnya, tidak pernah membatasi Rudy untuk mencari jawaban sebanyak – banyaknya. Papi juga lah yang mengajarkan Rudy untuk menjadi mata air yang jernih bagi semua orang, tanpa pilih – pilih.

Namun tak dinyana, 3 September 1950 ketika sholat maghrib, Papi tidak pernah bangun lagi dari sujudnya. Sejak saat itu, Toeti Marini berusaha membesarkan anak – anaknya seorang diri. Mami tidak ada niat untuk menikah lagi, karena Mami telah bersumpah untuk membesarkan mereka dan memberikan pendidikan terbaik yang dia bisa. Termasuk Rudy. Sebisa mungkin Mami menyekolahkan Rudy di sekolah terbaik. Hingga akhirnya Rudy harus pergi berkelana ke negeri seberang untuk menuntut ilmu dengan biaya full dari Mami. Meski sulit Mami tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha.

Dari buku ini sisi lain dari seorang B.J. Habibie terungkap. Seseorang yang semangatnya bagaikan api merah membara. Buku hasil besutan Gina S. Noer ini mampu memukau pembaca dengan caranya bercerita namun tidak mengubah kisah asli sebagaimana yang diceritakan oleh sang tokoh utama. Halus, runtut, dan membuat hanyut pembaca ke dalam cerita, seakan – akan kita lah yang menjadi saksi tumbuh dan berkembangnya tokoh besar sekelas B.J. Habibie.

Dalam perjalanannya, untuk menjadi seorang B.J. Habibie, Rudy tidak begitu saja berjalan dengan mudah. Banyak rintangan dan hambatan yang harus dilaluinya. Buku ini akan mengantarkan kita untuk mengetahui perjalanan hidup B.J. Habibie yang belum pernah diceritakan di media. Buku ini juga menyelipkan beberapa tangkapan kamera kehidupan Rudy yang membuat kita semakin merasakan bagaimana seorang Rudy Habibie bermetamorfosa menjadi B.J. Habibie.

Sekian, mungkin segitu review tentang buku yang masuk dalam jajaran buku favorite saya. Memang masih jauh dari review sebenarnya, but I just enjoy what I do cause that’s the way to makes me happy 😀 FYI, buku ini sedang dalam proses pembuatan versi filmnya. Kemungkinan, lebaran tahun ini bisa tayang. That’s a really good news for me. And I hope for you too.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s