Review

{Review #3} Faith and The City

img_20160414_190656

“Setelah malam penganugrahan Hero of the Year untuk Phillipus Brown, semua wartawan menginginkan wawancara eksklusif dengan Phillipus Brown dan Azima Hussein beserta kedua anak gadis mereka, Sarah Hussein dan Layla Brown. Pasangan penyatu jembatan yang terpisah, Hanum dan Rangga, tak pelak ikut menikmati media frenzy. Bagi Hanum, New York City masih ingin menahannya. Tidak bagi Rangga–tugas belajar dan riset telah menunggunya di Wina.
Out of the blue, Cooper dari Global New York TV (GNTV) hadir dalam hidup mereka. Ia menawarkan kesempatan yang mustahil ditolak Hanum: menjadi produser acara GNTV yang meliput dunia Islam dan Amerika.
Ini adalah secuplik dunia media yang gelap, dunia rating dan share yang menis sekaligus menjebak. New York yang romantis, menghembuskan mantra magis, namun melahirkan kenyataan ironis.
Akankah Hanum mampu mengelak pesona Cooper dan New York City? Mampukah Rangga mempertahankan cinta sejatinya dari impian yang membelitnya?
Atau jangan – jangan…impian yang menjadi kenyataan tetaplah ilusi, jika melupakan iman dan keyakinan?

Hai! Welcome back di blognya Renita. Kembali lagi dengan edisi review buku.

Itulah sekilas sinopsis dari novel hasil karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra ini. Buku ini mengisahkan perjalanan mereka sebagai pasangan ditengah hiruk pikuk keindahan negara adikuasa. Negara yang menyajikan sejuta janji dan harapan. Negara yang membuat Hanum tergiur dengan gemerlap kesuksesan ratingdan share. Negara yang membuat Rangga sempat kecewa dengan cintanya. Negara yang juga membawa pasangan itu pada kebimbangan.

Buku ini bercerita tentang mimpi – mimpi Hanum untuk menjadi seorang reporter hebat di negeri yang dikiranya akan mengubah anggapan Rangga tentang dirinya. Anggapan yang dulu menyebut dirinya sebagai wartawan kelas nyamuk, wartawan kacang. Buku ini juga bercerita bagaimana Hanum terpesona oleh seorang Cooper dari Global New York TV (GNTV).

Disaat Hanum telah bertekad untuk menemani Rangga menyelesaikan desertasinya di Wina, perempuan itu dibuat bimbang dengan keputusan pergi bersama Rangga atau tetap tinggal di Amerika. Kehadiran Cooper membuat Hanum berpikir kembali atas keputusannya untuk pulang ke Wina ditambah iming – iming untuk mengikuti pelatihan sebagai reporter di GNTV selama tiga bulan. Hanum yang begitu berambisi untuk bisa menjadi reporter kembali, jelas terlena dengan tawaran itu. Karena dengan GNTV, karir reporternya tidak akan dilirik sebelah mata lagi.

Akhirnya Rangga harus mengalah kembali untuk cintanya. Ia rela meninggalkan tugas belajar dan risetnya di Wina serta mencoba untuk tidak memperdulikan ucapan Reinhard yang merupakan profesor Rangga sekaligus seseorang yang siap kapan saja membakar hangus impian laki – laki itu untuk mendapatkan gelar doktornya. Tapi sayang pengorbanan Rangga tak setimpal dengan apa yang diperbuat Hanum. Perempuan itu malah disibukkan sendiri dengan deadline liputan. Di Amerika, di negeri yang tak pernah sepi walaupun malam hari, yang Rangga dapati justru kesepian. Ia justru merasa Hanum semakin jauh berlari, sedangkan dia hanya mampu duduk di perpustakaan mengisi kekosongan.

Cooper memberi posisi yang jelas tidak akan ditolak oleh seorang Hanum Salsabiela Rais. Menjadi produser acara Insights Muslims yang merupakan acara GNTV yang meliput tentang dunia Islam dan juga tentang Amerika. Itulah cita – cita Hanum, memiliki acara yang bernafaskan Islam. Hanum semakin disilaukan dengan kesuksesan acaranya. Sedangkan Rangga semakin hilang tertutup buku – buku perpustakaan. Dua pasangan ini tidak lagi seperti dulu. Hanum terus meraih mimpinya, namun sebagaimana konsep waktu, ia juga terus berputar hingga akhirnya habis. Rangga tidak bisa terus – menerus seperti ini. Ia tidak mungkin benar – benar membuang kesempatannya untuk mendapat gelar doktor.

Dua sejoli ini akhirnya harus berpisah. Meraih mimpi masing – masing. Menjalani jalannya masing – masing. Hingga Rangga harus kembali ke Wina sendirian, benar – benar sendiri. Akankah Hanum akan kembali pada Rangga dan menyusul laki – laki itu? Ataukah malah Hanum tetap tinggal di negeri ini untuk menerima ajakan Cooper menjadi reporter tetap di GNTV? Hati seseorang tidak ada yang tahu. Hanum lah yang tahu langkah yang seharusnya ia ambil.

Buku yang berisi 227 halaman ini membuka mata kita pada iman dan kepercayaan yang seharusnya tidak perlu diragukan. Buku ini memberi kita pandangan bahwa apalah arti sebuah kesuksesan jika hal itu mengorbankan keluarga seiman kita. Biarlah buku ini saja yang bercerita demikian. Biarlah buku ini menjadi ilmu yang dapat kita petik untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Untuk endingnya, temukan sendiri. Temukan apakah Rangga akan mendapatkan cintanya kembali atau tidak. Temukan apakah Hanum akan menaklukkan Amerika atau malah ia yang ditaklukkan oleh negera adikuasa itu. Entahlah.

Segitu dulu ulasan mengenai buku “Faith and the City” ini. Semoga bisa berguna. Berguna membuat penasaran maksudnya Anyway, let’s read a lot of book! And don’t be bored to learn from someone else’s story.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s