Review

{Review #4} Apapun Selain Hujan

img_20160430_195352

“Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya…….
Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia menggunakan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.
Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justu semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.
Pertemuan itu mengubah segalanya.

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi dibawah hujan. Tentang cinta yang diam – diam tumbuh bersama luka.  Juga tentang memaafkan diri sendiri.”

Hai! Welcome back di blognya Renita. Ternyata susah juga buat komit masalah post. Niatnya setiap minggu post sesuatu, tapi nyatanya hanya wacana. Ahh biarlah, yang penting saya masih senang menulis 😀 Okay, let me introduce this book. Buku ini termasuk buku yang masih hangat di rak toko buku. Sama seperti buku – buku karya Orizuka sebelumnya yang kebanyakan mengangkat tema romance, buku ini masih ditujukan untuk kebanyakan remaja. Namun ada yang berbeda dari kisah dalam buku ini. Bukan seperti novel romance cegeng yang hanya menyajikan kisah menyedihkan yang terlalu berlebihan, tapi novel ini menghadirkan pula wujud nyata dari mimpi. Sekaligus usaha real yang ternyata sulit untuk dijalani.

Wirawan Gunadi, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya, adalah sosok yang memiliki masa lalu cukup kelam. Ia berusaha untuk melupakannya. Melepas segalanya yang ia tinggalkan sebelum ia menginjak tanah kota Malang sebagai tempat pelariannya. Ya, ia hanya mampu berlari sejauh yang dia bisa untuk menghapus memorinya. Memori yang mengatakan bahwa laki – laki itu ‘pembunuh’.

Turnamen taekwondo awal tahun menjadi tonggak awal masa kelam itu. Wira tidak menyangka bahwa ia membunuh lawannya saat pertandingan. Tapi tunggu, apa ia benar – benar membunuhnya? Apa semudah itu untuk membunuh seseorang? Entahlah Wira selalu menghindari jawaban dari pertanyaan – pertanyaan itu. Ia hanya takut mengetahui jawabannya.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kayla. Gadis yang mencukil lukanya kembali. Gadis yang membuatnya membuka kotak memori yang selama ini dengan susah payah ia kubur dalam – dalam. Tidak hanya gadis itu, hujan juga menjadi semacam alarm khusus baginya. Hujan membuatnya kembali mengingat hal itu lagi dan lagi. Mungkin hujan masih bisa dihindarinya. Tapi gadis itu, tidak tahu bagaimana bisa, gadis itu selalu mampu membuatnya membuka diri kembali. Mungkin bisa dibilang gadis itu adalah orang pertama di kota ini yang tahu semua kisahnya.

Gadis itu juga yang membuatnya kembali pada mimpi dan cita – citanya. Gadis itu membiarkannya tetap hidup sebagai manusia, bukan seonggok daging yang hanya hidup tanpa makna. Tapi kendali sepenuhnya ada di tangan laki – laki itu. Apakah Wira akan benar – benar kembali pada cita-citanya? Atau ia malah menyerah? Selesaikan saja buku ini untuk menjadi saksi secuil kisah kelam seorang Wirawan Gunadi.

Buku terbitan gagasmedia ini dibalut dengan cover yang sederhana namun mampu menyalurkan perasaan Wira yang membenci hujan. Dari sisi isi, Orizuka lagi – lagi menyusun kalimat demi kalimatnya dengan sempurna sehingga dapat dicerna dengan baik. Ditambah ucapan – ucapan dengan bahasa Jawa Timur-an yang mampu menggelitik pembaca. Namun sering juga ditemui kalimat – kalimat penjelas yang diulang – ulang dalam buku ini. But, so far so good and I really enjoy reading this novel. You have to read it too, btw 😀

Sekian, terimakasih sudah meluangkan waktu membaca review ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s